Jul
4
Yg telah hilang !
July 4, 2009 | Tagged dokter, Dr. wahyu, foto, kotoran, THT | 2 Comments
Pagi ini saya bangun dengan hampa, telah kehilangan sesuatu yg sangat saya sayangi. Saya telah bersamanya begitu lama, sedih maupun senang dia tidak pernah meninggalkan saya. Makan, minum, jogging, berenang, jalan2, baca buku, dan semua kegiatan saya selalu ditemani olehnya.
Apa yg kalian rasakan jika apa yg telah menjadi bagian dari diri kalian, di ambil begitu saja oleh orang lain ! bukan dengan cara halus ! semua di ambil secara paksa, sehingga dia meninggalkan saya utk selamanya !
Kita semua pernah kehilangan, saya pun begitu. Kehilangan bukan dari akhir dunia, kesemuanya bisa kita ambil hikmah yg terkandung didalamnya. Sepuluh menit setelah saya kehilangan dia, saya mencoba utk tegar menghadapi. Setelah sepuluh menit itu, saya tidak bisa memandang kedepan secara lurus. Semua terasa bayang, lelah dan ingin cepat2 menghirup pagi dan membiarkan ingatan tentang dia larut dalam sebuah mimpi dan tak kembali dalam fikiran saya.
Read more
Jul
1
Semoga tak berubah
July 1, 2009 | Tagged BMX, hijau, rumah | 5 Comments
Seorang pria tengah berlari kecil mengiringi putrinya mengibangi sepeda baru berwarna pink, terlihat ngos-ngosan tapi tetap saja mengikuti. Anak berumur 15 tahun berbincang kepada Abah sambil memompa ban depan sepeda BMX serambi menanyakan bagaimana merawat sepeda dengan benar. Teriakan anak berumur satu tahun mengomel dengan bahasa yg hanya dia mengerti, terkurung di pelukan Ibunya tidak berdaya karena tulangnya belum kuat memopang tubuhnya utk berdiri. Tangisan fikri sehabis jatuh bersepeda lengkap teriakan Ibunya yg memarahi karena dia baru saja mandi. Lalu lalang motor penuh hati-hati takut mengganggu suasana kekeluargaan disini.
Matahari yg bersahabat dengan sinar yg cukup redup sore itu, semua tertawa, menangis, senyum, melamun, mengomel, dan semua emosi tertuang dalam satu tanah, satu kawasan, didepan rumah saya yg mungil namun luas dengan perkarangan yg cukup hijau.
Read more
Jun
27
Hanya Omong Kosong !
June 27, 2009 | Tagged hati, Manusia, penjahat, rock | 10 Comments
Bagaimana rasanya menjadi pecundang ? lepas dari perhatian dari orang yg kita sayang, ingin diperhatikan ?! apa yg diharapkan dari sebuah perhatian ?!
Kita sama sekali tidak mengerti apa yg akan terjadi nanti, seperti melawan gravitasi bumi yg sedari dulu sudah seperti itu adanya. Bagaimana rasanya jika kalian tiba2 masuk kedalam sarang ular yg selalu mengendus mengerikan siap memberikan racunnya pada kita !? apa yg harus dilakukan !?
Diperhatikan menjadi kata kunci remaja saat ini, mereka memukul, dipukul, marah, sedih, melakukan hal yg tidak dianggap benar oleh orang lain. Remaja memikul beban yg cukup berat. Menjalankan peran menjadi remaja tidak segampang membalikan telapak tangan ! begitu pula manusia dewasa. Proses keterbentukan diri bukan di liat dari umur manusia itu sendiri, kalo boleh saya bilang, manusia membentuk kepribadian yg handal dari sebuah kesedihan yg dalam ! atau dari keadaan yg membuat dirinya terdesak ! utk segala hal.
Ujian terberat manusia adalah menjadi remaja ! karena disaat remajalah kita mencari jati diri yg biasa di katakan oleh orang2 terdekat kita. Selalu menyalahkan lingkungan atas semua hasil tindakan. Apa yg dilakukan lingkungan ? apa salah dia ? jangan pernah menyalahkan lingkungan ! karena bukan salah lingkungan kalian menjadi seperti sekarang.
Saya sangat mengakui, utk menjadi diri sendiri itu sulit. Sesulit mengerjakan soal matematika pada saat smu. Mungkin itu tidak berlaku pada anak yg pandai berhitung. Anak yg pandai berhitunglah yg dapat menjalani ujian dengan lancar. Begitulah manusia yg ingin menjadi dirinya sendiri. Menyiapkan segalanya sebelum apapun dimulai, dimana persiapan yg kurang matang akan membawa anda tidak dapat menjadi diri sendiri, membiarkan diri larut dalam arus hidup yg semakin deras. What’s wrong with you !!
Read more
Jun
25
Tanya saja ruang hatimu
June 25, 2009 | Tagged band, dhani, gitar, ruanghati, tanyasaja | 13 Comments
Sebagai pria puber saya dihadapkan kepada masalah2 yg menyangkut hati. Mengenal wanita saya termasuk pria yg cukup telat, smu kelas tiga jurusan IPA adalah masa pertama saya mengenal yg namanya wanita. Tapi utk mengenal pornografi ? tanpa diragukan lagi, sejak saya nangis pertama kali saya udah telanjang ! itukan porno ! dimandiin wanita pun saya pernah (mamah maksudnya), itukan porno juga ! dimarahin ama guru matematika saya juga pernah ! itukan pak Parno ! heheh…. porno yg benar2 porno sih kira2 sejak sekolah menengah pertama.
Pacar pertama saya adalah wanita dari SMU Pramuka deket banget dengan sekolah saya dulu, bertemu pada acara festival Band. Saya waktu itu memegang sebuah alat music drum dan dia seorang vokalis. Tapi kami beda grup band. Pada waktu dia manggung saya memperhatikan banget, mata ini tidak kesana-kemari, saya suruh diam di tempat, sempet mata ini kelayapan mau beli air minum, tapi apa daya duit gak saya kasih, pokoke bandel amat nie mata. Selesai menyanyi dia pun duduk disebelah kami sebagai grup tandingannya. Saya coba melemparkan senyum, tapi tidak kena, malah kena cowok cakep menggunakan baju warna biru norak dan bales senyum manja, senyum manja !!! haduh.
Band saya pun dipanggil utk manggung, kelingking saya bergetar, muka saya berubah jadi merah yg tadinya item. Haduh, apakah karena cewek itu atau karena demam panggung, tapi kan badan saya gak panas ! jadi bukan demam !
Singkat cerita kami jadian dengan di comblangin ama gitarisnya yg kebeneran teman deket saya waktu smp.
Read more
Jun
24
Arah Hidup
June 24, 2009 | Tagged cantik, hidup, kuliah, manis, porno, SMP, smu | 6 Comments
Hidup bagiku adalah sebuah perjalanan singkat yg mempunyai banyak arah, menentukan arah sangat sulit ketimbang menentukan makanan sehat apa yg akan kumakan pagi ini, aku sudah dua puluh lima tahun yg belum menentukan arah hidup yg akan kutempuh sepanjang perjalanan, cita-cita dan khayalan sudah menumpuk diotak, kotoran udah menumpuk di usus besar, daki juga udah numpuk di kulit, belum ada tanda-tanda aku bergerak utk maju menggapai cita-cita.
Waktu aku smp, aku lebih menyukai melihat majalah porno ketimbang buku pelajaran yg harusnya selalu kubaca, masa pubertas yg kulalui lumayan suram, seperti lampu lima watt yg tidak terlalu terang. Nongkrong di atap rumah setelah sholat isya menjadi kegiatan rutinku hampir tiap malam sambil menghitung dan menunggu bintang jatuh, kata orang jika melihat bintang jatuh, sebuah keinginan yg terfikir saat melihat momen tersebut akan terkabul nantinya. Dengan khayalan seperti itu aku membuat daftar keinginan yg selalu kubawa tiap kali nongkrong diatap sendirian agar tidak ada keinginan terlewatkan sedikit pun. Kegiatan itu berlangsung hanya selama aku masih smp saja, setelah smu tongkrongan ku sudah berubah, tidak diatap rumah lagi, tapi di kamar yg dilengkapi komputer yg baru di kasih ama adiknya abah yg berarti pamanku. Tidak tau kebetulan atau apa, salah satu permintaan hasil tongkrongan diatap adalah komputer dan memiliki kamar sendiri kalo aku udah smu. Dashyat bener dah! Keinginan yg laen belum tercapai adalah memiliki pacar yg cantik, berkacamata, rambut lurus gak peduli panjang ato pendek, perutnya rata gak buncit, dan ramah terhadap siapa saja.
Read more
Jun
19
Saya, nyamuk dan kekesalan
June 19, 2009 | Tagged kurus, nyamuk, sabun, siang | 6 Comments
Malam itu saya mendapati diri saya yg suntuk, benci terhadap kejadian tadi siang. Mereka telah memperolok-olok saya. Saya tau emang kurang pantes melakukannya, saya memang kurang teliti ! tapi bukan gitu caranya utk memperlakukan saya !
Saya mengambil handuk berwarna hijau hadiah dari top one, masuk kamar mandi, buka baju dan byur ! saya tenangkan otak dan fikiran segala penat yg membuat kesal, saya niatkan penatnya jatuh bersama daki2 yg perlahan berjatuhan dari tubuh saya yg kurus.
Saya ambil sabun, gosok2 ampe bersih, kesel ! kesel ! kesel ! daki saya pun berjatuhan tanpa pengampunan. Setelah semua bagian tersentuh oleh sabun, saya byur lagi ! hahahaha…! Mampus kamu daki ! akhirnya hanya satu hari ini saja engkau bersemanyang di tubuh ini.
Read more
Jun
15
Berbohong ? Perlukah ?
June 15, 2009 | Tagged asuransi, pria, rumah | 17 Comments
Menjadi pria baik2 itu sulit, lebih sulit menjadi pria tidak baik2. Keahlian berbohong ingin sekali saya hilangkan, kebiasaan mengelabui penjaga sekolah setiap pagi karena terlambat menjadi agenda pertama saya disekolah dulu. Kebiasaan tersebut terbawa hingga sekarang, dan selalu menyelamatkan saya di masa2 kepepet dalam segala hal.
Kemaren saya dan mamah mengobrol di teras rumah, dengan suasana sore yg cerah dilengkapi dengan ramainya anak2 bermain sepeda. Mamah mengawali mengobrol betapa pentingnya arti sebuah kejujuran. Saya memang jujur, tapi saya juga sering berbohong ! kebohongan tingkat apakah yg saya lakukan ?! misalnya saya tengah berada di sebuah pembicaraan dengan seseorang yg lebih tinggi ilmunya, sikap manusia yg selalu tidak mau kalah telah membuat saya berbohong tentang masa lalu saya, apakah itu dibenarkan ?! atau dalam kondisi meeting di kantor yg menanyakan saya tentang kesiapan laporan yg nyatanya belum siap, saya jawab telah siap.
Read more
Jun
11
Merubah Pola
June 11, 2009 | Tagged lamongan, lezat, Nasi, pria, rumah | 6 Comments
Beberapa malam yg lalu, perjalanan saya menuju rumah tercinta terhenti di sebuah warung pinggir jalan menggunakan tenda berwarna putih, kain yg menutupi meja makan dari jalanan itu bertuliskan “Warung Lamongan” sangat terlihat sederhana, lidah saya pernah menyentuh makanan disini, walaupun sederhana tempat bukan masalah, bukan karena lapar atau lelah, tetapi lebih kepada keinginan yg terlalu menggebu-gebu ingin menyantap lagi nasi mawut yg lezat di sajikan.
Setelah memanjakan pantat di bangku plastik saya pun di hampiri oleh pria muda membawa kain utk digunakan utk membersihkan meja saya, sambil membersihkan pria itu menanyakan makan apa. Tanpa berfikir panjang saya pun memesan nasi mawut dilengkapi babat, Mmmm yummy, dan jangan lupa minum es jeruk. Saya pernah mendengar, lebih baik meminum es jeruk ketimbang jeruk hangat. Kenapa ? konon vitamin c yg di hangatkan malah terpecah sehingga kandungannya pun lebih terasa jika meminum jeruk dingin atau es jeruk, walaupun hidung ini meler.
Pria tersebut segera membuatkan saya nasi mawut, oo iya… bagi yg tidak tau nasi mawut silahkan datang ke Samarinda, mungkin hanya namanya saja yg beda dengan kota lain. Nasi mawut adalah gabungan antara nasi goreng dan Mie goreng, kadang digoreng lengkap dengan saus tomat kadang juga tidak tergantung yg menyajikan, sayuran dan pernak-pernik pelengkap keindahan rasa jangan diragukan lagi, mulai dari jamur, sawi, bakso, touge semua tercampur dalam satu piring. Sambil menunggu nasi mawut yg disiapkan, saya pun membuka buku “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer. Lembar demi lembar saya asik tenggelam dalam tulisan pujangga salah satu kebanggaan Indonesia.
Read more
Jun
9
Menjadi Pria
June 9, 2009 | Tagged gugup, K530i, Sony ericsson, Suami | 69 Comments
Tidak ada alasan saya lagi utk bergetar atau gugup jika bertemu dengan seseorang yg pernah menjadi bagian hidup. Yg lalu biarlah berlalu, hari kemaren pun harus ditutup rapat tanpa harus menyesal. Beberapa hari yg lalu, saya dapat Email dari U know who, yg isinya “cuci gudang” barang2 yg berbau komputer. Saya tertarik dengan salah satu barang yg dicuci, yaitu Hardisk laptop 100gb dan GPS (Teman saya sih yg mau), saya kontak dan dia menjawab, kami seperti teman lama yg tidak pernah terjadi apa2 sebelumnya, sikap canggung telah terbuang jauh di lembah pecundang.
Dua hari kemudian dia mau menyerahkan barang2nya utk di jual, saya pun membuat janji utk bertemu di luar kantor, karena kesibukan yg telah mengakar di akhir2 minggu ini, saya pun memberikan keputusan kepadanya, apakah mau anter ke kantor ? dia pun setuju seratus persen tanpa kurang.
Tepat setelah makan siang, saya pun duduk di pelataran lantai dua utk bersantai, membicarakan game apa yg mesti kami mainkan hari sabtu nanti, tiba-tiba bagian mata kiri saya bergerak tanpa diperintah, jantung saya berdendang tanpa jedah, tangan saya berkeringat, wa!!! payah banget nie ! kenapa mesti gugup !?!?!
Terlihat di pelataran parkir motor Vario habis dikendarai seorang lelaki dan perempuan, saya yakin itulah dia. Keringat saya makin memuncak, jantung nda karuan, beberapa saat lagi saya berjabatan tangan dengan “U know who” dan suaminya. Sebagai pria yg pernah menaruh hati padanya, saya merasa menjadi pria pecundang saat itu, menghadapi kekalahan dan menerima kebahagiaan mereka.
Read more
Jun
3
Menunjuk Bintang
June 3, 2009 | Tagged ayam, Bintang, kulit, setan, singa, ular | 11 Comments
Berada di tengah dunia setan, membuat saya selalu merasa tertekan. Ular telah mengganti kulitnya, singa selalu mengawasi anak2nya, kancil terus berlari tanpa ekspresi yg jelas, seekor ayam masih saja terlambat bangun, kucing telah takut kepada tikus.
Dunia dalam fikiranku sangat sempit, menemukan samudera luas penuh warna hijau sudah tidak mungkin, apakah saya membangun tembok fikiran sendiri ? dan menghambat keleluasaan fikiran seseorang ? saya terus saja berusaha utk memangsa makanan yg telah menjadi bagian saya, ketidakberanian saya utk memangsa melebihi dosis yg ada sungguh di luar kemampuan.
Warna telah menjadi hitam dan putih, menjadi abu2 sekali-kali. Saya telanjang menari diatas langit mimpi yg begitu dalam makna, ingin mengukir prestasi dengan menjual diri kepada sesuatu yg lebih menguntungkan. Menanamkan fikiran dalam sebuah keyakinan dan kepercayaan diri adalah sebuah kekuatan utk selalu ingin menghirup udara lebih baik di esok harinya.
Read more






